PERAN PENDIDIKAN NILAI
ABSTRAK
pendidikan
nilai dalam karakter peserta didik merupakan suatu upaya untuk menangani
permasalahan krisis multi dimensional yang sering terjadi.
Nilai yang bisa ditanamkan dalam pembelajaran sejarah yaitu untuk
menumbuhkan sikap nasionalisme di
kalangan siswa, melalui peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.
Guru harus mempunyai metode agar dalam penyampaian materi sejarah, siswa tidak
mudah bosan dan dapat mempunyai semangat dalam proses pembelajaran. Saya
sendiri akan menggunakan metode diskusi agar semua siswa terlibat langsung
dalam pembelajaran dan pemecahan masalah.
Kata kunci: Pembelajaran Sejarah, Sikap Nasionalisme, Siswa.
TINJAUAN
TEORITIS
Peranan
pembelajaran sejarah sangat penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia,
terutama dalam lingkungan sekolah. Pembelajaran sejarah ini juga membantu
manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dan membekali masa depan yang
cerah dengan melihat dari masa lalu.
Materi sejarah
mengandung nilai-nilai kepahlawanan, keteladanan, patriotisme, nasionalisme,
dan semangat pantang menyerah yang mendasari proses pembentukan watak dan
kepribadian, nilai-nilai tersebut wajib ditanamkan untuk peserta didik sebagai
bekal agar mempunyai karakter pejuang yang nasionalis yang mencintai negaranya
tanpa pamrih,
Banyak hal lain
yang seringkali dilalaikan bahkan diabaikan, kemudian justru hal tersebut
menjadi unsur lunturnya sikap Nasionalisme. Banyaknya perilaku yang mereka
lakukan seperti halnya, membolos di saat jam pelajaran, tidak mengikuti
upacara, dan kurang menyukai lagu-lagu nasional. Mulai dari hal tersebutlah
yang menjadikan sikap nasionalisme mereka memudar. Sehingga mengakibatkan
masalah tersendiri bagi negara ini.
Pendidikan
sejarah, selain bertugas memberikan pengetahuan sejarah (kognitif), tetapi juga
untuk mengenalkan nilai-nilai luhur bangsanya (afektif). Pendidikan sejarah akan
mampu menumbuhkan sikap nasionalisme.
Oleh karena itu, peranan dari pembelajaran sejarah begitu penting
dalam pembentukan sikap na-sionalisme siswa didik.
METODE
Metode yang digunakan adalah metode diskusi yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah
untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami
pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Karena itu, diskusi
bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat
bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama.
Penerapan
diskusi ini sudah banyak diterapkan dalam pembelajaran. Pentingnya
diskusi dalam pembelajaran sejarah ini adalah siswa dapat
melatih keterampilan berbicaranya dalam mengungkapkan
permasalahan ataupun memecahkan masalah. Dalam hal ini keterampilan psikomotor
siswa akan terlatih. Dengan adanya diskusi ini, siswa akan tertantang
untuk melatih gaya bicarnya, sehingga jika bertutur kata dalam
kehidupan, siswa dapat terbiasa berbicara dengn baik.
Ada beberapa
kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
a)
Metode diskusi
dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan
ide-ide.
b)
Dapat melatih
untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
c)
Dapat melatih
siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal. Di samping
itu, diskusi juga bisa melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
PENDEKATAN
Faktor yang mendukung dalam penanaman nilai
nasionalisme selain dengan metode belajar yang
menyenangkan bagi siswa juga melalui pendekatan dengan menciptakan ruang
kelas dengan konsep nasionalis misalkan dengan memajang beberapa tokoh pahlawan
di dalam kelas lengkap dengan biodata dan sejararah perjuangannya, kemudian
mengadakan drama atau teatrikal dengan cerita perjuangan para pahlawan, selain
itu juga dengan mengadakan study tour dengan mengunjungi museum-museum yang berhubungan
dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, atau bisa juga melalui
pembiasaan dalam kegiatan upacara bendera untuk mengenang jasa para
pahlawan.
MENGUKUR KEBERHASILAN PENANAMAN NILAI
Berhasil
atau tidaknya dalam penanaman nilai bisa terlihat dalam kegiatan upacara
bendera misalnya bersikap tertib dan disiplin, kebiasaan siswa berpenampilan
rapi, meningkatkan kemampuan mempimpin, membuat siswa patuh pada aturan yang
ada, dan timbul rasa tanggungjawab. Sehingga bisa diindikaasikan kian mempertebal
semangat kebangsaan, cinta tanah air, patriotisme, semangat dan nilai-nilai
kepahlawanan, idealisme serta membangkitkan
peran siswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan rutin yang dilakukan diwujudkan sebagai bentuk keimanan
dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengenal kebersihan dan kesehatan, berlatih
untuk selalu tertib dan patuh pada peraturan, bertanggungjawab terhadap tugas
yang diberikan, menjaga kebersihan lingkungan, dan melatih keberanian.
KESIMPULAN
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai-nilai
nasionalisme diantaranya dengan mempelajari sejarah dan Pendekatan yang
digunakan antara lain melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan teladan,
dan kegiatan terprogram sperti study tour, upacara bendera setiap hari Senin
dan hari-hari besar nasional, senam pagi, kerja bakti, jadwal piket harian
siswa, dan kegiatan yang dilakukan sebelum proses belajar mengajar dimulai. Strategi
yang digunakan dalam pelaksanaan. Selain itu juaga keteladanan dari para
pendidik sangat penting untuk memberikan contoh atau teladan yang baik kepada
peserta didik dan kesadaran diri baik dari para pendidik maupun dari para
peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono.
2010. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susilowati,
Endah. 2012. Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter.. Yogyakarta: Citra Aji
Parana.
Winarno.
2015. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Bumi Aksara

Comments
Post a Comment