PEJUANG BATIK DI TANAH BETAWI
Pejuang Batik di Tanah Betawi adalah sebuah film dokumenter yang digarap oleh Collorfull Production dan Sunu Probo Baskoro sebagai Produser nya yang diunggah melalui akun YouTube. Film tersebut mengisahkan perjuangan budayawan yang bernama Harry yang masih tergolong usia muda dan kemudian berjuang untuk melestarikan salah satu budaya yang dimiliki suku Betawi yaitu budaya batik Betawi, dari sanggar batik yang dimilikinya dengan tekad yang kuat untuk mempromosikan budaya batik kepada masyarakat melalui gagasan membentuk kampung batik di wilayah Pal Batu.
Berikut Kisahnya…..
Harry adalah seorang anggota dari sanggar batik Pal Batu yang bercita-cita ingin melestarikan budaya batik Betawi, yang semakin lama semakin langka seiring berkembangnya jaman yang masyarakatnya lebih mencintai budaya modern.
Harapannya wilayah Pal Batu bisa menjadi cagar budaya sekaligus produsen batik Betawi, dalam perjalanannya ternyata banyak hambatan dari para warga terutama yang kurang setuju jika wilayah Pal Batu menjadi produsen batik, karena dianggap bisa mencemari lingkungan dari bahan kimia batik tersebut, sehingga masih banyak kekhawatiran akan efek buruk nya.Disamping itu kurangnya dukungan dari tokoh masyarakat Betawi dan Pemerintah setempat yang enggan mengucurkan anggaran dana.
Faktor tersebut merupakan jalan terjal yang harus dilalui oleh Harry untuk menggapai cita-citanya. Dengan sering mengadakan festival batik tahunan yang dipelopori oleh sanggar batik Pal Batu, tentu itu merupakan sebuah prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, Harry pun terus mempromosikan budaya batik dengan selalu memakai pakaian batik Betawi dengan berbagai motif, keluarga dan sahabatnya pun terus diajak untuk selalu mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai kesempatan.
Hingga pada suatu hari, Harry bertemu kawannya yaitu Iwan dan Bimo, mereka memberi gagasan untuk membuat kampung batik di Pal Batu, dari situ Harry dan kedua temannya bekerjasama untuk mewujudkannya, dengan bantuan karang taruna, ketu RT dan RW setempat akhirnya sebuah kampung batik yang dicita-citakan bisa terlaksana tepatnya pada tahun 2011. Mereka bekerjasama menyulap sebuah pemukiman menjadi tempat yang bernuansa batik Betawi, mulai dari gapura, lorong gang, hingga pagar rumah dicat corak batik khas Betawi, selain itu para anak-anak diajarkan melukis batik untuk mengisi kegiatan sehari-hari nya, tidak ketinggalan para orang tua pun mereka mengisi waktu luang nya dengan belajar batik di sanggar batik Pal Batu, dan itu tidak dikenakan biaya.
Harry melalui Sanggar batik Pal Batu terus mensosialisasikan program untuk melestarikan budaya batik, sekaligus menjadikan Pal Batu menjadi cagar budaya, dan diharapkan bisa mengangkat pemberdayaan ekonomi lingkungan setempat, dan masyarakat tidak lagi perlu keluar daerah untuk belajar budaya batik.
Puncaknya kampung batik Pal Batu mengadakan pestival dengan kegiatan fashion show busana batik Betawi, yang diperagakan oleh peragawati lokal, yang tentunya tidak kalah menarik dengan peragawati internasional. Event tersebut tentunya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat setempat, mereka terlihat sangat antusias untuk ikut berpartisipasi dalam program pelestarian budaya bati.
Selanjutnya Harry mengharapkan kegiatan ini bisa konsisten dan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
Comments
Post a Comment