KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI CIKAJANG-BREBES DAN CIKARANG –BEKASI



Kota Cikarang merupakan salah satu kota yang berada di wilayah Jawa barat, seperti kota-kota lainnya masyarakat Cikarang juga merupakan kota yang bersuku asli sunda termasuk budaya dan bahasanya. Namun seiring berkembangnya jaman kota Cikarang menjadi kota industry, dan tidak bisa di hindari jika Cikarang merupakan "lahan basah" bagi mereka menencari rezeki. Masyarakat  dari berbagai pelosok di tanah air pun berdatangan, sehingga kondisi sosial budaya pun menjadi heterogen, inilah salah satu penyebab mengapa masyarakat Cikarang tidak banyak yang bertutur atau berkomunikasi dengan bahasa Sunda, Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, 60 persennya merupakan warga pendatang. Dari data tersebut banyak nya pendatang sehingga mendominasi penduduk asli, tentunya tidak mudah untuk membudayakan bahasa sunda. Selain itu juga kondisi teritorial yang berdekatan dengan ibu kota Jakarta juga sangat mempengaruhi bahasa dan budaya di Cikarang Bekasi.
Kondisi ekonomi di daerah Cikajang Banjarharjo Brebes mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian berkebun dan petani. Sebagai sampingan sambil menunggu musim panen tiba, warga setempat mengisi waktu luang dengan beternak   memelihara sapi ataupun kambing. Selain itu banyak juga yang merantau ke daerah JABODETABEK untuk mencari pekerjaan, mereka akan kembali ke kampung halaman ketika musim panen tiba, hari raya dan musim hajatan. Latar pendidikan mayoritas di daerah cikajang yaitu tingkat menengah kebawah  
Kondisi ekonomi masyarakat cikarang Kabupaten Bekasi ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan dan perindustrian. Banyak industri manufaktur yang terdapat di Bekasi, diantaranya kawasan industri Jababeka, Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas Kota Deltamas, EJIP, Delta Silicon, MM2100, BIIE dan sebagainya. Kawasan-kawasan industri tersebut kini digabung menjadi sebuah Zona Ekonomi Internasional (ZONI) yang memiliki fasilitas khusus di bidang perpajakan, infrastruktur, keamanan dan fiscal. Latar pendidikan mayoritas di daerah Cikarang mereka lulusan SMA dan Sarjana
Budaya masyarakat pendatang yang bertutur dengan masyarakat asli Cikajang, mereka akan menggunakan bahasa setempat untuk berinteraksi, karena masih kentalnya sosial budaya yang dimilikinya, sehingga para pendatang harus menyesuaikan dengan penduduk setempat.
Adanya beberapa budaya yang ada di Cikarang seperti Sunda, Jawa, Batak, Betawi, dan masih banyak lagi, masyarakat pendatang yang bertutur dengan masyarakat asli Cikarang tentunya menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa alternatif, supaya mudah difahami oleh semua orang, dari adanya beberapa budaya yang ada di Cikarang sehingga menimbulkan budaya baru atau asimilasi, mereka akan berbahasa Sunda jika berinteraksi dengan sesama orang Sunda

Comments